Pengalaman Memilih Franchise Makanan Sampai Akhirnya Sukses Besar

Saya sudah mencoba bisnis franchise sekitar 3 tahun yang lalu. Dari 3 tahun itu, semua nya rugi. Hingga tanah warisan orang tua saya habis terjual. Jika saya ingat, kesalahan utama saya adalah mencoba terlalu berhemat dengan membeli franchise kecil- kecilan.

Dimana waralaba semacam itu sistem nya tidak lah terlalu kokoh. Sehingga, ketika banyak masalah bermunculan, SOP usaha tersebut tidak kuat mengatasi nya, hingga akhir nya gulung tikar. Kalian akan tahu yang saya maksud kan pada cerita selanjutnya dibawah ini.

Setelah mencoba puluhan kali, hingga akhir nya pada awal tahun 2021 yang lalu, saya membeli waralaba Devanoda. Saat itu saya bertekad ingin belajar dari kesalahan masa lalu, sehingga tidak akan terjatuh pada lubang yang sama dua kali.

Mungkin pengalaman saya ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kalian sebelum mengambil keputusan membeli waralaba. Ada banyak persepsi keliru, yang tidak banyak disadari orang ketika berbisnis franchise. Dimana hal tersebut akan saya bahas satu persatu disini.

Jangan Tergiur dengan Harga Murah

2,5 tahun saya mencoba membeli franchise dengan harga sekitar 5- 15 juta. Dan kesemua nya bangkrut dalam rentang 1- 5 bulan an. Memang, harga segitu untuk sebuah franchise, sudah termasuk murah. Tapi, karena murah itulah kualitas nya juga -kebanyakan- tidak bagus (murahan). Ada harga, ada kualitas !.

Saya tidak mengatakan bahwa franchise dengan harga murah, semua nya adalah buruk. Mungkin ada yang bagus. Tapi, 18X saya membeli franchise dengan harga segitu, tidak ada yang berhasil sama sekali.

Terakhir kali, karena saya sudah merasa putus asa, saya mencoba membeli franchise dengan harga 100 juta an. Pengen nya membeli semacam Indomart, Starbucks atau sejenis nya, tapi biaya nya masih terlalu besar. Pilihan terakhir saya jatuh pada frenchise Devanoda. Karena harga nya jauh lebih murah ketimbang dari yang sejenis dan memiliki hasil yang maksimal bagus. Dan juga frenchise ini yang lain seperti starbuck, Indomart, Alfamart dan sebagainya.

Jangan memilih franchise yang hanya memberikan lisensi

Salah satu alasan saya yang utama memilih frenchise Devanoda,  ternyata mereka ternyata juga memberikan konsultasi juga. Tidak hanya berorientasi pada untung semata tetapi juga membantu kalian untuk mengelola bisnis dengan benar sampai sukse.

Kronologi nya begini; Ketika saya berkonsultasi dengan pihak management mereka, mengenai lokasi usaha yang sudah saya tentukan sendiri, mereka sempat menolak saya membeli waralaba mereka.

Meskipun saya sempat memaksa, tetapi mereka menjawab seperti ini; “Menurut kami, lokasi tersebut kurang strategis pak. Karena kami juga ingin bapak sukses dengan merek kami. Sehingga, kami ingin memastikan dasar pembangunan usaha ini bisa terpenuhi dengan tepat dahulu. Sehingga peluang kesempatan untuk sukses bisa lebih besar”.

Dari jawaban tersebut, saya merasa mereka juga memikirkan kesuksesan saya. Saya tanya banyak hal, mereka jawab dengan baik dan dijelaskan dengan rinci. Dalam hati, saya merasa lebih yakin dengan waralaba.

Pilih yang sistem nya memang sudah matang

Dari penjelasan saya yang pertama, waralaba dengan harga murah, sistem nya tidak lah terlalu kuat. Jika diterpa beberapa resiko, usaha tersebut tidak bisa tahan.

Saya jelaskan dengan analogi seperti ini; franchise dengan harga 5 juta an, sering nya tidak memiliki prosedur kerja untuk mengganti karyawan yang keluar. Jika karyawan Anda keluar, maka waralaba Anda tidak ada yang menjalankan nya, dan terpaksa tutup.

Beberapa franchise dengan harga 10- 30 juta an, mungkin memiliki SOP untuk mengatasi karyawan yang keluar. Namun, perlu di cek juga, apakah mereka akan memberikan karyawan yang baik atau tidak?. Atau kah, mereka memberikan karyawan pengganti yang asal- asalan?.

Pilih merek yang populer

Di samping sistem bisnis, merek juga sangat penting untuk di perhatikan. Pastikan memilih brand waralaba yang populer, sehingga peminat nya juga ada banyak.

Devanoda  memiliki peminat yang jauh lebih banyak di beberapa kota besar di Indonesia. Jika kalian tidak bertempat tinggal di pusat kota, mungkin belum pernah mendengar mengenai merek tersebut. Saya pun pertama kali tidak kenal dengan merek ini. Saya memilih mereka karena alasan mereka peduli dengan kesuksesan saya juga.

Tetapi, yang membuat saya kaget adalah, pelanggan yang datang, ternyata sudah pada tahu tentang merek ini. Tidak ada sikap ragu dari mereka untuk masuk, dan memilih tempat duduk sesuai kenyamanan mereka.

Sama dengan Indomaret. Dimanapun Anda berada, tidak ada keraguan kan untuk masuk dan membeli disana !?. Karena Anda sudah terbiasa dengan brand dan sistem mereka. Ya kan !?.

Beda kalau misalkan kalian masuk ke kedai susu “Sangkupon”. Mendengar nya saja sudah asing. Kalau saja kedai susu ini ada di sekitar rumah kalian, mungkin saja kalian tetap enggan mencoba nya juga. Karena terasa tidak familiar di tempat tersebut.

 

Itu lah ilmu yang sudah saya dapatkan ketika mengalami kegagalan selama 3 tahun berturut- turut hingga akhir nya sukses. Semoga pengalaman kesalahan yang saya alami ini, tidak juga Anda rasakan.

Bisnis Frencise devanoda yang saya miliki, sudah memberikan provit bersih melebihi gaji pokok bulanan saya sebagai karyawan. Bahkan kadang bisa mencapai 10X gaji pokok. Ini adalah sebuah rezeki yang harus saya syukuri.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments